SURABAYA - Hakim tunggal IGN Bhargawa menolak
permohonan pengadilan yang diajukan David (49). Penolakan tersebut
diambil hakim berdasarkan kesimpulannya sendiri.
Dalam
amar putusannya, hakim Bhargawa menyatakan bahwa penerbitan SP3 oleh
penyidik terhadap pemohon dilakukan setelah dilakukan ekspose yang
dihadiri para pihak yakni pemohon, termohon, penyidik dan juga dari
penuntut umum di Kejari Tanjung Perak dan hasilnya tidak ditemukan bukti
yang cukup.
“Setelah itu juga dilakukan gelar
perkara lagi dan hasilnya tidak cukup bukti,” kata hakim di ruang sidang
Sari 2 PN. Surabaya. Rabu (14/4/2021).
Selain
itu, hakim Bhargawa dalam putusannya juga menIlai bahwa bukti rekaman
dari saksi korban kurang valid dan berdiri sendiri. Sehingga harus
dilengkapi dengan bukti surat dan ahli.
Barang
bukti tersebut berupa BPKB dan STNK kendaraan milik pemohon yang dibawa
oleh termohon namun barang bukti itu untuk dijual guna mengganti uang
yang digelapkan Pemohon. “Jadi bukti tersebut belum bisa dipakai untuk menguatkan keterangan saksi,” sambungnya.
Hakim
dalam amar putusannya yang terkait dengan keterangan ahli tidak
mengikat hakim hanya untuk melakukan tindak pidana. Belum bisa
pertimbangan pertimbangan oleh hakim dalam sidang kali ini.
Terkait
petunjuk berupa motor dan mobil, bukti itu bukti yang diserahkan oleh
termohon dan bukti itu diserahkan oleh Debora dan sampai sekarang masih
ada dan tidak dimiliki oleh termohon. “Bahwa penyidikan kasus ini hanya
berdasarkan keterangan satu saksi korban saja,” ujar hakim.
Usai
sidang Andry Ermawan menyatakan, pihaknya mengaku kecewa dengan putusan
hakim yang sama sekali tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang dia
ajukan.
Selain itu kata Andry, hakim cenderung
menyimpulkan sendiri dalam pertimbangannya yang mana yang terkait dengan
barang bukti berupa mobil milik klien yang benar-benar dikuasai oleh
termohon namun untuk membayar uang yang digelapkan Pemohon.
“Bagaimana
bisa hakim menyimpulkan bahwa klien saya menggelapkan uang? Sementara
perkaranya saja belum disidang dan klien saya statusnya masih saksi. Ini
jelas tidak adil, ”ujar Andry.
Sementara dari
pihak pemohon yakni Bidkum Polrestabes Surabaya yang diwalikan pada Ipda
Joko Setiyono menyatakan bahwa pihaknya menghormati putusan hakim atas
putusan ini. Dan pihaknya akan melaporkan hasil persidangan ini ke
pimpinan.
“Sebagai kuasa darI Kapolres dalam
hal ini Kasatreskrim nantinya akan menyampaikan putusan ini kepada
beliau untuk langka lebih lanjut,” kata Joko Setiyono.
Diketahui,
permohonan praperadilan ini diajukan oleh David atas terbitnya Surat
perintah penghentian penyelidikan (SP3) Nomor
S.PPP/70/II/RES.1.8/2021/Satreskrim tertanggal 10 Februari 2021 dalam
Penyidikan Laporan Polisi Nomor :
LP/B/546/VI/RES.1.8/2020/Jatim/Restabes Sby terhadap Hendrawan dkk.
(Ban)