Juliadin Hidayawan, SH. MM bersama Effi Valentin |
BLITAR - Mantan striker PSBK U23, T. Affi Valentin (20), warga negara
Pantai Gading Afrika, ditangkap tim wasdak kantor Imigrasi Kelas II Blitar,
Kamis (28/1) sekitar pukul 16.30. Affi Valentin ditangkap saat bermain bola di
Stadion Supriadi Kota Blitar, karena tidak memiliki dokumen keimigrasian. Dia
didakwakan penyalahgunaan ijin Visa kunjungan, dan over stay. Hal tersebut
disampaikan Kepala Imigrasi Kelas II Blitar, Tato Juliadin Hidayawan, SH. MM.
Menurut Tato, penangkapan
Affi Valentin setelah tim wasdak Imigrasi kelas II Blitar, mendapat informasi,
Kamis (28) sekitar pukul 15.30, bahwa ada WNA sedang bermain bola di Stadion
Supriadi Kota Blitar. “Setelah
mendapat informasi, tim wasdak langsung meluncur ke TKP. Dan setelah koordinasi
dengan pengurus stadion, Affi Valentin langsung ditanya terkait dokumentasi
yang dimilikinya. Namun dia tidak bisa menunjukkan,” jelas Tato di depan
wartawan.
Lebih lanjut Kepala Imigrasi Kelas
II Blitar ini menyampaikan, karena Affi Valentin tidak bisa menunjukkan
dokumen (pasal 71 huruf b.red) yaitu dokumen perjalanan atau ijin tinggal
di Indonesia. Tim wasdak langsung membawa warga Negara Pantai Gading ini ke
Kantor Imigrasi Kelas II Blitar.
“Karena dia tidak bisa menunjukan
dokumen (pasal 71 huruf b.red), maka yang bersangkutan kami bawa ke Kantor
Imigrasi. Setelah kami periksa, dia kami masukan ruangan dentensi (tempat
penahanan.red),” terangnya.
Dia menambahkan, dari hasil
pemeriksaan diketahui, mantan pemain PSBK U23 ini menyalahgunakan ijin visa.
Dia menggunakan Visa Sosial Budaya B211 (tidak boleh untuk bekerja.red). Bahkan
paspornya sudah habis masa berlakuknya sejak 29 Juli 2014. “Affi dinyatakan telah melanggar pasal 122 huruf (a), dengan
pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500
juta,” ungkapnya.
Menurut Tato, warga negara Pantai
Gading ini, selama pemeriksaan akan dimasukan ke Rudenim selama 30 hari. Namun,
jika belum selesai bisa diperpanjang 30 hari lagi. Dan apabila belum selesai
juga, akan ditahan di Rudenim (Rumah Dentensi Imigrasi.red) Jawa Timur di
Pasuruan.
Affi Valentin, saat diintrogasi petugas Imgrasi Blitar |
Sekedar diketahui, Affi Valentin, masuk
Indonesia melalui bandara Juanda Surabaya sejak 1 Maret 2014 dengan menggunakan
Visa B211 untuk 30 hari. Visa tersebut sudah diperpanjang sebanyak 4 kali di
kantor Imigrasi Ngurah Raid an habis berlaku sejak 28 Juli 2014. Dan Affi
Valentin dinyatakan over stay sejak 29 Juli 2014 lalu.
Mantan
pemain PSBK (Persatuan Sepak Bola Blitar Kota) U23 posisi striker ini, sudah
tidak mempunyai kontrak dengan PSBK sejak Agustus 2015. Sedangkan utuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, Affi bermain di pertandingan tidak resmi (pemain
sewaan/bon-bonan.red) dengan honor sekali main berkisar Rp. 400 ribu hingga Rp.
1 juta. (ani)